RESPONSIVE.KAL-BAR.COM-Masyarakat Kabupaten Bengkayang beberapa hari terakhir dihebohkan dengan adanya postingan viral di media sosial, Bengkayang informasi dan jejaring sosial lainnya terkait layanan di Rumah Sakit Umum Daerah Drs.Jacobus Luna, M.Si.

Disebuah akun media sosial Facebook miliknya Fi Ki Aryanto menggunggah video dan tulisan berikut sebagai berikut, “Barusan pihak dari RS Bengkayang mendatangi rumah saya dan membawa surat klarifikasi permintaan maaf dari mereka terhadap pihak keluarga saya melalui postingan dan konten yang tersebar.

Mereka meminta untuk menghapus postingan atau konten tersebut dan meminta untuk membawa Bapak saya ke rumah sakit tersebut lagi.

“Tapi mohon maaf kami pihak keluarga tidak akan datang ke sana lebih kalian pihak RS yang datang ke sini lagi dan saya mohon orang yang bilang bapak saya bisa duduk bisa berdiri bisa makan sendiri bisa datang di rumah saya sekarang biar tahu kondisi bapak saya yang sebenarnya.

Ingat Kami adalah pasien yang kalian terlantarkan waktu itu dengan sudah pulang di rumah sebiji obat tidak kalian kasih dan sebelumnya infus yang terpasang di Bapak saya yang sudah habis tidak kalian cabut yang bisa menyebabkan darah pasien itu naik.

Saya mohon kerjasamanya Bapak pemerintah Kalbar dan Presiden RI karena ini bukan konten tapi ini adalah kritikan yang konsisten Sekali lagi saya tidak akan menghapus postingan ini sampai RS tersebut bisa dibenarkan bila perlu Presiden turun tangan.

Saya juga tidak akan membawa Bapak saya kembali ke RS tersebut karena saya sudah tahu taktik kalian mulut kalian memang baik tapi isi hati kalian munafik saya tahu kalian hanya membawa surat klarifikasi tersebut hanya untuk membenarkan nama baik RS tersebut.

Saya minta tolong kalian yang sembarangan ngomong bilang bapak saya bisa duduk bisa berdiri bisa makan sendiri kalian bisa lihat kondisinya di rumah. Apa maksud kalian foto bapak saya tadi apa untuk cari bukti mohon maaf kalian nggak ada bukti karena memang Bapak saya kondisinya seperti ini.

Itulah petikan unggahan di media Facebook milik Fi Ki Aryanto yang saat ini viral

Direktur RSUD Drs Jacobus Luna, M.Si Dr.Aleksander Sinuraya melalui Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr.Sri Hartati Ginting yang sekaligus mewakili manajemen RSUD Drs.Jacobus Luna, M.Si Senin (26/1/2025) pukul 11.00 Wiba melakukan klarifikasi terkait postingan di media sosial Facebook yang diunggah oleh Fi Ki Aryanto yang telah beredar luas atau viral di masyarakat dan jejaring media sosial.

“Terkait komplain keluarga pasien dari Tuan Supardi atau Tn.S (49) (nama diminta inisial) yang disampaikan melalui media sosial, manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Drs.Jacobus Luna, M.Si telah melakukan penelusuran menyeluruh terhadap rekam medis, catatan pelayanan IGD, serta keterangan petugas,” ujar dr.Sri Hartati Ginting

“Jadi klarifikasi ini bertujuan untuk meluruskan fakta pelayanan, sekaligus menjawab informasi yang berkembang di publik,” ungkapnya

“Supaya lebih jelas dapat diketahui oleh masyarakat, Kronologi inti pelayanan, pada
18 Januari 2026 pukul 04.24 WIB, pasien berinisial Tuan S datang ke IGD diantar keluarga dalam kondisi tidak sadar, selanjutnya pasien langsung ditangani sebagai kasus gawat darurat dan ditempatkan di Triase Merah.

Selanjutnya, pemeriksaan awal dan tindakan medis dilakukan segera, meliputi pemeriksaan tanda vital, pemberian oksigen, infus, obat-obatan, serta tindakan penunjang lain sesuai indikasi klinis dilakukan observasi kesadaran dan TTV.

Pada saat itu, kondisi pasien menunjukkan perbaikan (saturasi oksigen meningkat, pasien berangsur sadar), jadi berdasarkan assessment medis, diagnosis mengarah pada intoksikasi alkohol, yang tidak dijamin BPJS Kesehatan. Informasi ini telah disampaikan kepada keluarga pasien secara bertahap oleh dokter dan perawat IGD.

Sehari setelah itu, pada 19 Januari 2026 Pasien direncanakan pindah ruang perawatan tapi masih ada kendala terkait KIE jaminan sehingga dikoordinasikan ke MPP . KIE ditunda karena pasien ditunggu oleh anak dibawah usia 17 tahun sehingga masih dilakukan observasi

Pada tanggal 20 Januari 2026, setelah kondisi pasien stabil dan sadar penuh, pasien dipindahkan dari Triase Merah ke Triase Kuning, sesuai standar triase dan telah disetujui dokter jaga Pemindahan dilakukan karena Triase Merah diprioritaskan untuk pasien gawat darurat lainnya yang baru masuk dengan monitoring ketat.

Kemudian pada hari yang sama, keluarga pasien menerima edukasi lanjutan dari MPP terkait pembiayaan dan menyatakan memahami, meminta pasien dibawa pulang dan tidak ada lagi penambahan biaya.

Keluarga diedukasi petugas IGD terkait prosedur pulang atas permintaan sendiri dan keluarga menandatangani Formulir Pulang Paksa (APS) serta Penolakan Rawat Inap.

Pada 21 Januari 2026, keluarga melunasi biaya administrasi. Pasien dipulangkan dalam kondisi sadar, namun obat pulang tidak diambil oleh keluarga.

“Jadi Kesimpulan Utama dari kami selaku Manajemen RSUD Drs Jacobus Luna, pasien tidak ditolak dan tidak ditelantarkan pelayanan diberikan sejak awal sesuai kondisi kegawatdaruratan,”jelas dr.Sri Hartati Ginting.

Kemudian, pemindahan ruangan dilakukan berdasarkan kondisi medis dan standar triase, bukan karena alasan non-medis.

Hal lain yang terjadi, kendala yang muncul terutama terkait pembiayaan, dan hal tersebut telah dikomunikasikan kepada keluarga pasien.

Manajemen RS bersikap terbuka, persuasif, dan profesional dalam menyikapi komplain, termasuk pada saat ini melakukan Klarifikasi isu yang beredar di media sosial facebook

Dan untuk diketahui juga oleh masyarakat di Kabupaten Bengkayang khususnya serta di Kalimantan Barat dan Indonesia umumnya, bahwa manajemen RS tidak pernah mendatangi rumah pasien untuk meminta maaf, sebagaimana pernyataan yang beredar di media sosial.

Karena fakta yang sebenarnya Manajemen RS mengirimkan surat undangan resmi kepada keluarga pasien untuk hadir ke rumah sakit guna diskusi dan klarifikasi terhadap komplain dari pihak keluarga pasien.

Nah, perlu juga kami sampaikan bahwa RS tidak pernah meminta pasien dibawa kembali secara khusus atau paksa, melainkan membuka ruang komunikasi secara profesional.

Jadi pada postingan pernyataan di media sosial tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya dan perlu diluruskan untuk menjaga objektivitas informasi publik.

Oleh karena ini, pada hari ini kami juga melakukan penegasan sikap, Rumah Sakit berkomitmen memberikan pelayanan yang aman, manusiawi, dan profesional, serta menghormati hak pasien dan keluarga.

Tentunya juga setiap masukan akan dijadikan bahan evaluasi untuk peningkatan mutu layanan di RS supaya semakin lebih baik,” pungkasnya.

Sumber :Direktur RSUD Drs Jacobus Luna, M.Si

Laporan  : jurnal Bengkayang Kurnadi

Editor.     : redaksi

 

Iklan