Kapal Pemuat BBM Gas LPJ Subsidi Meledak di Dermaga Ilegal, Warga Tuntut APH Usut Mafia Solar Dan Gas LPJ Subsidi!

fotoistimewah gusti saat belum kejadian ledakan kapal bbm dan gas di pelabuhan ilegal

RESPONSIVE.KALBAR.ID,​KETAPANG-Keheningan malam di tepian Sungai Pawan pecah seketika. Sebuah ledakan dahsyat yang bersumber dari kapal motor pemuat Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Gas LPG mengubah langit Desa Sukabangun Dalam Kecamatan Delta Pawan kabupaten Ketapang- Kalimantan Barat menjadi merah membara, Sabtu (02/05/2026) pukul 23.05 WIB.

​Insiden ini bukan sekadar kecelakaan biasa. Selain menghanguskan armada, ledakan tersebut merenggut nyawa Aldi (16), seorang remaja yang jasadnya baru ditemukan tim pencari pada Minggu pagi dalam kondisi mengenaskan di lokasi kejadian. Sementara itu, empat orang lainnya kini berjuang melawan maut akibat luka bakar serius di RSUD dr. Agusdjam Ketapang.

Insiden di Ketapang bukan yang pertama. Di berbagai wilayah pesisir dan sungai di Indonesia, praktik penggunaan kapal tradisional untuk mengangkut BBM masih kerap ditemukan.

​Lautan Api di Pemukiman Warga
​Saksi mata di RT 008 RW 002 mengungkapkan horor yang mereka alami. Ledakan tersebut menciptakan getaran yang terasa hingga radius ratusan meter. Celakanya, drum-drum berisi bensin yang pecah meluap ke sungai dan mengalir ke bawah gertak rumah warga dalam kondisi api menyala.

​”Kami panik luar biasa. Bensin yang terbakar itu mengalir di bawah rumah kami. Sungai Pawan malam itu benar-benar seperti lautan api,” ujar salah satu warga dengan wajah pucat.

​Menelusuri Jejak Mafia BBM
​Investigasi di lapangan mengungkap fakta mengejutkan. Kapal motor yang meledak tersebut diduga kuat adalah armada milik vendor sebuah perusahaan di Pulau Penebang, Kabupaten Kayong Utara. Yang lebih ironis, kapal tersebut bertambat dan melakukan aktivitas di dermaga yang diduga kuat tak berizin alias “Ilegal”.

​Tokoh masyarakat Ketapang, Beni Hardian, Sp, dengan tegas meminta Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan penyelidikan menyeluruh. Ia menduga adanya praktik “gelap” yang melibatkan oknum SPBU dalam menyuplai BBM dan Gas LPJ subsidi untuk kepentingan industri.

​”Ini bom waktu yang meledak. Kita bicara soal nyawa manusia. APH harus berani melacak dari mana asal BBM itu, siapa SPBU-nya, dan mengapa dermaga ilegal dibiarkan beroperasi? Jangan biarkan mafia solar dan gas subsidi bermain di atas nyawa rakyat!” tegas Beni Hardian kepada awak media.

​Masyarakat Ketapang, kini menagih keberanian Polres Ketapang untuk mengungkap siapa aktor di balik pengiriman BBM dan Gas LPJ Subsidi tanpa standar keamanan ini.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait langkah hukum yang akan diambil.

​Tragedi ini menjadi ujian bagi penegakan hukum di Kalimantan Barat. Akankah kasus ini diusut tuntas hingga ke akarnya, ataukah nyawa Aldi hanya akan di menjadi angka dalam deretan panjang kasus ilegal yang menguap begitu saja?**(timred)**

Iklan