Heboh! Nama Dicatut di SK Napak Tilas 2022–2024, Banyak yang Mengaku Tak Pernah Dilibatkan

Investigasi ini menemukan adanya dugaan bahwa kegiatan budaya dijadikan pintu masuk untuk menggerakkan proyek dengan nilai besar. Konsep pelestarian budaya dianggap efektif karena mudah mendapat legitimasi publik sekaligus dukungan anggaran.

RESPONSIVE.KALBAR.ID,KETAPANG-Kegiatan Napak Tilas periode 2022–2024 tengah menjadi sorotan.Berdasarkan hasil penelusuran dari berbagai sumber, muncul fakta mengejutkan: sejumlah nama yang tercantum dalam Surat Keputusan (SK) kegiatan tersebut mengaku tidak pernah merasa dilibatkan.

Beberapa pihak bahkan secara tegas menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui namanya dimasukkan dalam SK. Lebih mengejutkan lagi, mereka juga mengaku tidak pernah menghadiri rapat persiapan yang disebut-sebut menjadi bagian dari proses kegiatan tersebut.

“Nama saya ada, tapi saya tidak pernah dihubungi, apalagi ikut rapat,” ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Temuan ini memunculkan tanda tanya besar terkait mekanisme penyusunan SK dan transparansi pelaksanaan kegiatan. Jika benar banyak pihak dicatut tanpa sepengetahuan mereka, hal ini berpotensi menimbulkan persoalan serius, baik secara etika maupun administrasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak penyelenggara terkait dugaan pencatutan nama tersebut.

Kasus ini kini menjadi perbincangan hangat dan menuai beragam reaksi dari masyarakat. Banyak yang mendesak agar dilakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan kebenaran dan meminta pertanggungjawaban pihak terkait.

Sementara kasus dugaan korupsi Napak tilas ini di tangani oleh kajati Kalbar dan sudah lebih delapan  orang di periksaa hingga kini sudah bertambah lagi pemeriksaan sejumlah saksi terkait penggunaan Anggaran CSR .

Berdasarkan surat panggil yang redaksi terima ada sejumlah nama mantan pejabat dan camat yang masih aktif ikut di panggil  kajati kalbar  mulai tgl 22 hingga tanggal 23 besok dalam penulusuran kami

Berita ini berdasarkan hasil investigasi dan pengakuan dan sk Keputusan bupati Ketapang Semasa Kepemimpinan Martin Rantan SH

Iklan