RESPONSIVE.KALBAR,ID.KETAPANG-Sebuah video yang diduga memperlihatkan aksi perundungan terhadap seorang pelajar viral di media sosial dan memicu keprihatinan publik.

Video yang di unggah salah akun fecebok warga tumbang Titi Yuli Nellyn tersebut diunggah oleh akun bernama Karlo Dhakunta dan menyebutkan adanya “pembulian terencana” terhadap seorang siswa yang dikaitkan dengan SMP Negeri 2 Tumbang Titi.23/3/2026.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat sekelompok remaja berada di area kebun atau semak-semak.

Salah satu anak tampak dalam posisi membungkuk, sementara beberapa lainnya berdiri di sekitarnya. Situasi tersebut diduga mengarah pada tindakan kekerasan atau perundungan.

Kebenaran Masih Perlu Diverifikasi
Meski video telah menyebar luas, Facebook hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun aparat terkait mengenai:

Waktu dan lokasi pasti kejadian
Identitas korban dan terduga pelaku
Kronologi lengkap peristiwa
Belum dapat dipastikan apakah kejadian tersebut benar merupakan aksi perundungan yang terencana atau memiliki konteks lain.

Respons Publik Menguat”Viralnya video ini langsung memicu reaksi keras dari masyarakat.Banyak warganet mendesak agar pihak sekolah dan aparat penegak hukum segera turun tangan untuk menyelidiki kebenaran peristiwa tersebut.

Kasus dugaan perundungan terhadap anak di bawah umur dinilai sebagai persoalan serius yang harus ditangani secara cepat dan tepat.

Peran Lembaga Perlindungan Anak
Masyarakat juga mendorong agar lembaga seperti Komisi Perlindungan Anak Indonesia ikut turun tangan jika terbukti terjadi pelanggaran terhadap hak anak.

Perundungan, baik secara fisik maupun verbal, dapat berdampak jangka panjang terhadap kondisi psikologis korban.

Imbauan Bijak Bermedia Sosial
Di tengah derasnya penyebaran informasi,masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam menyikapi konten viral. Penyebaran video yang melibatkan anak di bawah umur tanpa verifikasi dapat berpotensi melanggar privasi dan memperburuk kondisi korban.

Redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak sekolah dan aparat terkait guna mendapatkan informasi yang lebih akurat dan berimbang.( Tim)

Iklan