RESPONSIVE.KAL-BAR,ID-Gelombang teror pembakaran yang melanda Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang, kian memprihatinkan. Sejak Juli 2025 hingga 23 Maret 2026, sedikitnya 29 rumah dan pondok milik warga dilaporkan hangus terbakar oleh pihak tak dikenal.

Rangkaian kejadian ini bukan sekadar tindak kriminal biasa. Pola kejadian yang berulang, menyasar pemukiman warga, serta belum terungkapnya pelaku, memunculkan dugaan kuat adanya unsur teror yang terorganisir. Warga pun kini hidup dalam bayang-bayang ketakutan, terutama saat malam hari.

Ketua Pemuda Katolik Komcab Ketapang, Erasmus Canaga Antutn, menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi keamanan yang terus memburuk di wilayah tersebut.

“Aksi pembakaran ini tidak bisa lagi dipandang sebagai kejahatan biasa. Ini sudah mengarah pada teror yang mengancam stabilitas sosial masyarakat,” tegasnya.

Ia menilai lambannya pengungkapan kasus oleh aparat penegak hukum justru memperbesar keresahan warga. Hingga kini, belum ada kejelasan terkait siapa pelaku maupun motif di balik rentetan pembakaran tersebut.

Selain mendesak aparat untuk bertindak cepat dan transparan, Pemuda Katolik juga mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas di tengah situasi yang memanas. Masyarakat diminta tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan pemuda untuk tetap bersatu. Jangan sampai rasa takut dimanfaatkan pihak tertentu untuk memecah belah kita,” lanjutnya.

Di sisi lain, warga Air Upas berharap kehadiran negara benar-benar dirasakan. Mereka menuntut peningkatan patroli keamanan serta langkah konkret dalam mengungkap pelaku, agar rasa aman dapat kembali pulih.

Jika tidak segera ditangani secara serius, bukan tidak mungkin situasi ini akan berkembang menjadi konflik sosial yang lebih luas.

Ada apa dengan teror? di kecamatan air Upas ,Ketapang teror pembakaran rumah tidak Ketangkap Padahal sudah menelan korban 29 rumah yang di bakar ada apa dengan APH kabupaten Ketapang(tim)

Iklan