RESPONSIVEKALBAR.ID, PONTIANAK- Dokumen buku rekening yang diterima redaksi mengindikasikan adanya aktivitas finansial melalui rekening sebuah perusahaan yang disebut sudah tidak lagi beroperasi secara aktif, namun rekeningnya masih tercatat berjalan. Berdasarkan keterangan sumber yang enggan disebutkan namanya, rekening tersebut diduga masih digunakan untuk kepentingan tertentu.
“Rekening itu masih aktif, dipakai oleh MER dan SB untuk kepentingan tertentu, termasuk transaksi emas ilegal di wilayah Kalimantan Barat,” ujar sumber kepada redaksi, Sabtu (28/2/2026).
Sumber tersebut menegaskan bahwa klaim tersebut tetap memerlukan verifikasi lebih lanjut dari otoritas berwenang.
Ia juga menyebutkan bahwa penggunaan rekening perusahaan nonaktif kerap menjadi modus untuk menyamarkan arus dana dalam praktik keuangan yang tidak transparan.
Seorang analis hukum keuangan yang dimintai tanggapan menilai bahwa kondisi tersebut patut menjadi perhatian regulator dan aparat penegak hukum.“Dalam praktik audit finansial, rekening perusahaan yang masih aktif sementara entitas usahanya tidak lagi beroperasi bisa menjadi indikator awal yang perlu ditelusuri.
Itu bukan bukti pelanggaran, tetapi merupakan sinyal risiko,”ujarnya.
Penelusuran di alamat yang sebelumnya dikaitkan dengan perusahaan tersebut belum menemukan adanya aktivitas operasional kantor.
Tidak tampak papan nama maupun kegiatan administratif yang menunjukkan perusahaan masih menjalankan usaha.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan maupun otoritas terkait mengenai temuan dokumen tersebut.
Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi guna memastikan kebenaran informasi dan memberikan ruang klarifikasi kepada semua pihak yang disebutkan.(Tim)



