RESPONSIVE.KALBAR.ID,KETAPANG- Lokasi awal pembangunan asrama Korps Brigade Mobil (Brimob) diketahui semula direncanakan berada di Desa Baru, tepatnya di wilayah Melate Besar, kawasan Galangan Kapal.
Namun, dalam perkembangannya, lokasi pembangunan tersebut justru dipindahkan ke wilaya Desa sukabaru kec.benua kayong
Baru.” Tampa adanya study kelayakan dari Polda Kalbar terkait relokasi nya
Perubahan ini memunculkan tanda tanya di kalangan masyarakat, lantaran dinilai tidak disertai penjelasan terbuka dari pihak terkait.
Sejumlah warga mempertanyakan dasar pertimbangan pemindahan lahan tersebut, termasuk apakah telah melalui kajian teknis dan administratif yang sesuai prosedur.
“Seharusnya ada transparansi. Kenapa dipindahkan, apa alasannya, itu perlu disampaikan agar tidak menimbulkan spekulasi,” ujar salah satu warga.
Selain itu, perpindahan lokasi pembangunan ini juga memicu dugaan adanya kepentingan tertentu di balik kebijakan tersebut.
Masyarakat berharap pihak berwenang, termasuk instansi terkait, dapat memberikan klarifikasi resmi agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.
Menurut keterangan salah satu warga yang enggan di sebutkan namanya salah satu pengurus tanahiliknya hanya di jual dengan harga Rp.35000,00 per meter,” menurut mereka harga tidak sesuai ” Namun tanah yang saat ini di bangun saat ini harga tanah tersebut di Desa sukabaru kec.benua kayongbaru dengan kisaran harga 50 permeter”
Namun tanah saat ini di desa sukabaru kec.benua kayong saat bangunan berdiri belum mempunyai surat hibah ataupun penyerahan kepada pihak brimob di karna jalan dan lokasi terlalu jauh,”
Berbeda dengan lokasi yang ada tempat Galang kapal tersebut lebih dekat dan lebih setrategis tempanya dan pasilitas lainnya mendukung, perencanapun sudah di lakukan study kelayakan oleh Polda Kalbar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai alasan pasti pemindahan lokasi pembangunan asrama Brimob tersebut. *(Tim)**



