RESPONSIVE.KAL-BAR.ID,KETAPANG-Masyarakat Kabupaten Ketapang kembali mempertanyakan transparansi pengelolaan PDAM Ketapang. Sorotan publik menguat seiring munculnya dugaan keterlibatan pihak keluarga, termasuk dulor, anak dan menantu pejabat, dalam operasional perusahaan daerah tersebut.27/3/2026
Selain itu, mencuat pula dugaan adanya praktik monopoli dalam pengelolaan kepegawaian. Sejumlah pihak menilai, posisi strategis di tubuh PDAM didominasi oleh orang-orang tertentu yang memiliki kedekatan keluarga, sehingga memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Tak hanya itu, perusahaan Dulor, anak benantu ( PDAM )juga disebut-sebut memiliki keterkaitan dalam pengelolaan PDAM, yang semakin memperkuat kecurigaan publik terhadap adanya konflik kepentingan.
Masyarakat mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan secara menyeluruh, mengingat PDAM merupakan layanan publik vital yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
Hingga saat ini, pihak PDAM Ketapang maupun perusahaan Dulor, Anak, Benantu belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai dugaan tersebut.
Warga juga meminta DPRD Ketapang bersama aparat terkait untuk segera melakukan audit menyeluruh, serta membentuk panitia khusus (pansus) guna mengusut tuntas persoalan ini.
Salah satu warga Ketapang, Har (nama samaran), mengaku prihatin dengan kondisi yang terjadi. Ia menilai adanya indikasi kuat praktik monopoli dalam tubuh PDAM.
“Terlihat jelas ada pola yang tertata, seolah hanya kalangan keluarga tertentu yang mengisi posisi. Ini yang membuat kami bertanya, sebenarnya ada apa dengan PDAM Ketapang,” ujarnya.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik dan diharapkan dapat segera mendapat kejelasan melalui langkah tegas dari pihak berwenang. (Hri)



